Presiden Prabowo Disambut Tembakan Meriam 21 Kali di Pangkalan Udara Seoul

- Rabu, 01 April 2026 | 07:45 WIB
Presiden Prabowo Disambut Tembakan Meriam 21 Kali di Pangkalan Udara Seoul

Suasana di Pangkalan Udara Militer Seongnam, Selasa malam (31/3), cukup berbeda dari biasanya. Dentuman keras menggema sebanyak 21 kali, bukan suara latihan tempur, melainkan sebuah penghormatan. Meriam salvo itu mengiringi turunnya Presiden Prabowo Subianto dari pesawat Garuda Indonesia-1 yang baru saja mendarat pukul 19.15 waktu setempat.

Kedatangannya di Seoul ini memang ditunggu. Langsung saja, upacara penyambutan resmi digelar. Di bawah tangga pesawat, pasukan jajar kehormatan sekitar 20 personel berdiri tegak memberi salam. Presiden ke-8 Indonesia itu pun menyempatkan diri meninjau mereka.

Nah, setelah prosesi militer itu selesai, giliran para pejabat yang maju. Dari pihak Korea Selatan, Menteri Iklim, Energi, dan Lingkungan Kim Sungwhan hadir menyambut. Tak ketinggalan, Kepala Protokol Negara Kim Tae-jin dan Duta Besar Designate untuk Indonesia, Yoon Soongu.

Dari sisi Indonesia, Duta Besar RI di Seoul Cecep Herawan dan Atase Pertahanan Kolonel Penerbang Muhammad Arif juga tampak berada di barisan terdepan. Mereka lah yang memastikan segala sesuatunya berjalan mulus sejak awal.

Kunjungan ini, tentu saja, bukan sekadar formalitas. Agenda Prabowo di ibu kota Korea Selatan cukup padat. Puncaknya nanti adalah pertemuan dengan Presiden Republik Korea di Blue House. Harapannya jelas: memperkuat ikatan yang sudah terjalin lama antara kedua negara.

Menurut sejumlah analis, kerja sama strategis di bidang ekonomi dan pertahanan kemungkinan besar akan jadi bahan pembicaraan serius. Tapi ya, semua masih kita tunggu kelanjutannya.

Perlu diingat, Seoul bukanlah perhentian pertama. Sehari sebelumnya, Prabowo sudah lebih dulu berada di Tokyo. Ia bertemu dengan Kaisar Naruhito dan juga Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi. Kunjungan ke dua negara mitra strategis di Asia Timur ini memang terasa berurutan dan penuh makna.

Jadi, apa yang akan dibawa pulang dari Seoul? Waktu yang akan menjawab. Yang pasti, sambutan meriah dengan dentuman meriam tadi sudah menjadi pembuka yang cukup berkesan.

(Nur Ichsan Yuniarto)

Editor: Agus Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar