Pelaku, Adi Setiawan, akhirnya berhasil diamankan. Tidak ada perlawanan. Setelah situasi dinyatakan kondusif, petugas bersama warga memasuki rumah. Mereka menemukan Suratun sudah tak bernyawa. Ada juga korban lain, Dedi, yang mengalami luka parah. Dedi sempat dirawat di RS Pesanggaran sebelum akhirnya dirujuk ke rumah sakit di Genteng.
Dari TKP, polisi menyita sejumlah barang bukti. Ada parang, pisau, dan sebatang kayu. Barang-barang itu diduga kuat menjadi alat kejahatan.
Lantas, apa motif di balik perbuatan keji ini? Polisi masih menyelidiki. Tapi dari keterangan sementara yang berhasil dihimpun, Adi diduga mengalami tekanan psikologis yang berat. Konon, dia punya masalah pribadi yang berlarut-larut sejak bercerai dengan istrinya, sekitar tiga atau empat tahun silam. Stres itu diduga menjadi pemicu.
Saat ini, Adi sudah ditahan di Polsek Pesanggaran. Proses hukum sedang berjalan. Kapolsek Maskur juga berpesan kepada masyarakat.
“Kami meminta masyarakat menyerahkan sepenuhnya penanganan kasus ini kepada pihak berwenang,” ujarnya.
Imbauannya jelas: warga diminta tetap tenang dan tidak mudah terprovokasi. Kasus ini memang menyisakan duka dan tanda tanya yang dalam bagi seluruh keluarga dan tetangga di Lampon.
Artikel Terkait
Indonesia Desak DK PBB Gelar Sidang Darurat Usai Tiga Pasukan Perdamaiannya Gugur di Lebanon
Swedia Lolos ke Piala Dunia 2026 Usai Kalahkan Polandia 3-2 dalam Drama Play-off
Paus Leo XIV Ungkap Trump Berupaya Cari Jalan Akhiri Perang dengan Iran
Pertamina Tegaskan Harga BBM Tak Akan Naik, Imbau Masyarakat Hindari Panic Buying