Jakarta masih terik, tapi kabar soal harga bahan bakar justru mencoba menenangkan. Pertamina, lewat anak usahanya Pertamina Patra Niaga, kembali menegaskan komitmennya. Intinya, tidak ada rencana penyesuaian harga BBM, baik yang bersubsidi maupun nonsubsidi. Pernyataan ini mengikuti arahan kebijakan pemerintah yang sudah jelas.
Sebagai ujung tombak distribusi energi, Pertamina Patra Niaga mengaku terus melakukan berbagai langkah. Tujuannya satu: memastikan pasokan energi tetap mengalir ke seluruh penjuru negeri. Caranya? Dengan memperkuat koordinasi dan negosiasi dengan para pemasok. Mereka juga mengaku terus mengoptimalkan sistem logistik agar distribusi berjalan lancar dan aman.
Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth MV. Dumatubun, secara khusus menyoroti hal ini.
"Pertamina Patra Niaga senantiasa melaksanakan kebijakan Pemerintah, termasuk dalam hal penetapan harga BBM," jelasnya.
Di sisi lain, menurut Roberth, berbagai upaya strategis seperti negosiasi dengan supplier dan optimalisasi distribusi juga digenjot. Semua itu demi satu hal: memastikan stok energi untuk masyarakat tetap terjaga.
Namun begitu, ada juga imbauan penting yang disampaikan perusahaan. Mereka tak ingin masyarakat terjebak dalam kepanikan yang tidak perlu.
"Kami juga mengimbau masyarakat untuk menggunakan energi secara bijak sesuai kebutuhan dan tidak terpengaruh oleh informasi yang dapat memicu panic buying," ujar Roberth dalam keterangan tertulisnya, Selasa (31/3/2026).
Pesan untuk berhemat ini bukan sekadar formalitas. Penggunaan energi yang bertanggung jawab disebut sebagai kunci penting ketahanan energi nasional. Pertamina mengajak semua pihak, dari level individu sampai institusi, untuk bersama-sama mendukung kebijakan pemerintah soal penghematan ini.
Yang tak kalah krusial: masyarakat diharapkan lebih kritis. Jangan mudah percaya pada informasi yang sumbernya tidak jelas, yang justru bisa memicu antrean dan panic buying. Partisipasi aktif publik dengan menjaga konsumsi yang wajar akan sangat meringankan kerja distribusi di lapangan.
Pada akhirnya, semua ini bermuara pada harapan yang sama. Melalui sinergi antara pemerintah, aparat, dan masyarakat, ketersediaan energi nasional diharapkan bisa tetap stabil. Stok yang aman tentu akan mendukung aktivitas sehari-hari dan, yang lebih luas, pertumbuhan ekonomi Indonesia ke depan.
Artikel Terkait
Wakil Ketua Komisi XIII DPR: Bantuan Hewan Kurban Presiden Pakai APBN Sudah Lazim Sejak Era Sebelumnya
Polisi Temukan Indikasi Intimidasi Korban dalam Kasus Dugaan Pencabulan Pimpinan Ponpes di Pekalongan
Pria 23 Tahun di Medan Ditangkap Usai Sayat dan Tusuk Pekerja yang Sedang Menjemur Ikan
Agung Laksono Restui La Ode Safiul Akbar Maju Calon Ketum Kosgoro 1957, Target Dongkrak Suara Golkar di Pemilu 2029