Nah, yang menarik, media Iran melaporkan satu tuntutan konkret. Mereka ingin ada mekanisme khusus yang dibentuk. Tujuannya jelas: memastikan Israel maupun AS tidak akan kembali memulai peperangan.
tambah Pezeshkian.
Perang ini sendiri pecah bukan tanpa sebab. Awalnya, pada 28 Februari 2026, AS dan Israel melancarkan serangan bertubi-tubi ke Iran. Serangan itu bahkan menewaskan pemimpin tertinggi negara tersebut.
Iran pun tak terima. Balasan datang tak lama kemudian, berupa gelombang serangan rudal dan drone yang menyasar sejumlah lokasi di kawasan. Situasinya jadi makin panas dan rumit sejak saat itu.
Artikel Terkait
Swedia Lolos ke Piala Dunia 2026 Usai Kalahkan Polandia 3-2 dalam Drama Play-off
Paus Leo XIV Ungkap Trump Berupaya Cari Jalan Akhiri Perang dengan Iran
Pertamina Tegaskan Harga BBM Tak Akan Naik, Imbau Masyarakat Hindari Panic Buying
Jepang dan Indonesia Pererat Kemitraan Strategis di Bidang Ekonomi, Keamanan, dan Energi