Jepang dan Indonesia Pererat Kemitraan Strategis di Bidang Ekonomi, Keamanan, dan Energi

- Rabu, 01 April 2026 | 04:00 WIB
Jepang dan Indonesia Pererat Kemitraan Strategis di Bidang Ekonomi, Keamanan, dan Energi

Tokyo – Di Istana Akasaka yang megah, Selasa lalu, pertemuan bilateral antara Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi dan Presiden Indonesia Prabowo Subianto menghasilkan sebuah nada yang jelas: komitmen untuk mempererat hubungan. Dunia mungkin terasa makin rumit, tapi menurut Takaichi, justru di tengah dinamika global yang pelik ini, kemitraan dengan Jakarta menjadi semakin krusial.

“Ini sangat baik,” ujar PM Takaichi dalam pernyataan persnya, Rabu (1/4).

“Diskusi intensif diadakan dengan Presiden Prabowo, mencakup berbagai bidang. Kami mengonfirmasi hubungan kerja sama untuk membuat kawasan ini lebih kuat dan lebih makmur.”

Pernyataannya itu bukan sekadar basa-basi diplomatik. Ada bobot konkret di baliknya. Fokusnya, tentu saja, adalah mewujudkan kawasan Indo-Pasifik yang bebas dan terbuka sebuah visi yang kerap digaungkan Tokyo dan kini menemukan momentumnya dengan kepemimpinan baru di Jakarta.

Di sisi ekonomi, kedua negara sepakat untuk tak hanya berwacana. Akan ada penguatan kerja sama yang nyata, mulai dari dukungan untuk pengembangan industri Indonesia hingga peningkatan kapasitas sumber daya manusianya. Kecerdasan buatan atau AI disebut sebagai salah satu sektor prioritas.

Namun begitu, kerja sama mereka ternyata lebih luas dari sekadar urusan perdagangan dan investasi.

Mengingat kedua negara merupakan negara kepulauan yang akrab dengan ancaman bencana alam, isu maritim dan penanggulangan bencana naik ke permukaan. Mereka sepakat untuk bekerja sama dalam mempromosikan industri perikanan dan, yang tak kalah penting, memperkuat manajemen risiko bencana. “Termasuk langkah-langkah pengendalian banjir,” tutur Takaichi.

Editor: Yuliana Sari


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar