Gejolak Iran Ancam Rantai Pasok Industri, Harga BBM Dijamin Tak Naik

- Rabu, 01 April 2026 | 00:30 WIB
Gejolak Iran Ancam Rantai Pasok Industri, Harga BBM Dijamin Tak Naik

Di tengah situasi ini, Anthony melihat sisi positif dari kebijakan kerja dari rumah atau WFH yang pernah diterapkan. Kebijakan itu ternyata punya efek samping yang bagus: menghemat energi. Cadangan BBM nasional, katanya, bisa bertahan lebih lama, dari sekitar 20 hari menjadi hampir 40 hari. Lumayan untuk bernapas sejenak.

Namun begitu, tidak semua orang melihat situasi dengan mata yang sama.

Mantan Menteri Keuangan Fuad Bawazier justru bersikap lebih optimis. Ia menilai posisi Indonesia relatif aman. Alasannya? Kita punya simpanan komoditas tambang yang laku di pasar global.

jelas Fuad. Jadi, kenaikan harga batu bara, nikel, dan tembaga bisa jadi penopang devisa, mengimbangi tekanan di sisi lain. Soal pasokan BBM, ia juga meyakinkan bahwa stok masih cukup dan masalah distribusi kapal tanker sudah ditangani lewat diplomasi.

Sementara itu, dari pihak pemerintah, ada penegasan yang cukup menenangkan. Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyatakan Presiden Prabowo Subianto berkomitmen untuk tidak menaikkan harga BBM, baik yang subsidi maupun non-subsidi. Keputusan ini diambil setelah berkoordinasi dengan Kementerian ESDM dan Pertamina, semata-mata untuk melindungi daya beli rakyat di tengah ketidakpastian ini.

Jadi, apa pelajaran yang bisa diambil? Ketegangan geopolitik seperti ini bukan cuma soal angka di pom bensin. Efeknya bisa merayap pelan, menyusup ke jantung industri. Ia bagai retakan kecil di tembok tampak sepele, tapi jika diabaikan bisa berakibat besar. Kini, semua mata tertuju pada kelancaran rantai pasok dan langkah antisipasi berikutnya.

Editor: Yuliana Sari


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar