Di sisi lain, pihak Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) tak segan memberi apresiasi tinggi. Kepemimpinan dan para pejuang Yaman dipuji karena visi strategis mereka melawan musuh-musuh dunia Islam. Kehadiran Yaman dalam membela warga Gaza, misalnya, dianggap bukti pemahaman mendalam mereka terhadap gejolak yang terjadi di kawasan.
Dukungan penuh seperti ini, bagi Iran, bisa menjadi awal yang baik. Awal bagi pembebasan total Yaman dari segala bentuk pengepungan pihak asing. Qa’ani juga menegaskan kembali posisi negaranya. Iran, katanya, akan tetap teguh berdiri bersama semua front perlawanan.
Komitmen itu dijalankan sebagai sebuah tugas ilahi. Tujuannya jelas: mendukung para pejuang demi mengusir bayang-bayang perang dari seluruh wilayah. Dan kemitraan antara Iran dan Yaman ini diklaim terus memberi pengaruh. Keseimbangan kekuatan berubah, setidaknya untuk melawan agresi AS dan Zionis.
(Keysa Qanita)
Artikel Terkait
Bareskrim Geledah 3 Perusahaan Terkait Dugaan Pencucian Uang Rp 25,9 Triliun dari Tambang Ilegal
Mendagri Terbitkan Aturan WFH Wajib Setiap Jumat untuk ASN Daerah Mulai 2026
Satu Remaja Tewas, Satu Lagi Hilang Tenggelam di Curug Parigi Bogor
Satgas PRR: 5.000 Sekolah di Aceh, Sumut, dan Sumbar Rusak Akibat Banjir dan Longsor