Ketegangan di Selat Hormuz: Ancaman Global, Tapi Bukan Akhir Cerita bagi Indonesia
Jakarta - Isu panas di Selat Hormuz kembali mencuat, dan wajar jika banyak yang khawatir. Selat sempit itu bukan jalur biasa; ia adalah urat nadi perdagangan minyak dunia. Gangguan di sana berpotensi menggoyang stabilitas energi global, dan Indonesia tentu ikut merasakan getahnya. Namun, benarkah kita akan menghadapi krisis serius? Tampaknya tidak.
Pengamat politik Boni Hargens mengakui, kekhawatiran itu punya dasar yang kuat. Sekitar 20 persen perdagangan dunia, terutama minyak, mengalir melalui selat itu. Gangguan sekecil apapun pasti akan berimbas, terutama ke kawasan Asia dan Eropa.
Efek domino yang paling langsung terasa adalah pada harga minyak mentah dunia. Kenaikan harga, menurut Boni, akan langsung memberi tekanan pada APBN kita. Ini bukan sekadar teori.
Namun begitu, Boni menilai narasi yang menyebut Indonesia bakal kolaps terdampak hal ini terkesan berlebihan. Di tengah publik, memang ada dua opini yang saling tarik ulur.
Artikel Terkait
Menteri ESDM Pastikan Stok BBM Nasional Aman, Proyeksi Surplus Solar dengan B50
Presiden Prabowo Berduka, Tiga Pasukan Perdamaian TNI Gugur di Lebanon Selatan
Pemerintah Tegaskan Harga BBM Tak Naik per 1 April 2026, Pertamina Pastikan Pasokan Aman
Pemerintah Geser Anggaran Rp130 Triliun ke Sektor Prioritas dan Rehabilitasi Bencana