Gelombang banjir dan tanah longsor yang menerjang Aceh, Sumut, dan Sumbar di penghujung tahun lalu, ternyata tak hanya merusak rumah. Ribuan sekolah juga ikut menjadi korban. Data terbaru dari Satgas PRR menyebutkan, hampir lima ribu fasilitas pendidikan terdampak.
Aceh menanggung kerusakan terparah. Di sana, lebih dari tiga ribu unit sekolah dan ruang kelas mengalami kerusakan. Sumatera Utara menyusul dengan 1.149 fasdik terdampak, sementara Sumatera Barat mencatat 653 unit. Kabar baiknya, meski bangunannya rusak, kegiatan belajar-mengajar di ketiga provinsi ini sudah berjalan penuh. Seratus persen.
Upaya perbaikan pun terus digenjot. Menurut catatan Satgas, sebagian besar ruang kelas sudah bisa dipakai lagi. Di Aceh, 3.046 unit fasdik sudah kembali beraktivitas di ruang kelas aslinya. Sumut hampir tuntas dengan 1.133 unit, dan Sumbar menyusul dengan 640 unit yang sudah berfungsi normal.
Namun begitu, pekerjaan rumah belum sepenuhnya selesai. Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatera (Satgas PRR) masih terus bergerak. Fokus mereka sekarang adalah memulihkan ruang kelas yang masih rusak, agar siswa-siswa yang terpaksa belajar di tenda darurat atau numpang di sekolah lain bisa segera kembali ke kondisi normal.
Ketua Satgas PRR, Tito Karnavian, mengakui bahwa situasi belajar saat ini belum ideal bagi sebagian siswa. Tapi, upaya perbaikan terus digalakkan.
“Mendikdasmen menyampaikan lebih dari 1.000 fasilitas pendidikan sudah perjanjian kerja sama untuk melakukan perbaikan. Tapi, beliau menggunakan skala prioritas, mana yang (rusak) berat dikerjakan dahulu,” ujar Tito dalam keterangan tertulisnya, Selasa lalu.
Artikel Terkait
Haedar Nashir Kutuk Serangan Israel yang Tewaskan Prajurit TNI, Salah Satunya Kader Muhammadiyah
LPPOM MUI Tegaskan Kue Berbentuk Hewan Tertentu Tak Bisa Disertifikasi Halal
Kuwait Tuduh Iran Serang Kapal Tanker Minyaknya di Dekat Dubai
Empat Tersangka Penganiayaan Aktivis KontraS Ditahan di Sel Maksimum Pomdam Jaya