Politisi dari Fraksi PKS ini lantas menekankan betapa pengabdian TNI di misi PBB adalah bukti nyata komitmen Indonesia pada stabilitas global. Tapi ya, peristiwa pilu ini sekaligus mengingatkan kita semua: tugas menjaga perdamaian itu penuh risiko, bahkan bisa berujung pada pengorbanan tertinggi.
Namun begitu, satu hal harus jelas. Baginya, serangan apa pun terhadap pasukan penjaga perdamaian adalah tindakan yang tak bisa diterima. Itu jelas melanggar prinsip-prinsip hukum internasional secara serius.
Di akhir pernyataannya, Sukamta menyampaikan belasungkawa yang mendalam. "Semoga almarhum mendapat tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa, dan keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan serta ketabahan," pungkasnya.
Artikel Terkait
Wamen Sosial Ajak Masyarakat Teladani Tiga Pilar Kepemimpinan Sultan Hasanuddin di Haul ke-465
Dua Prajurit TNI Gugur dalam Insiden Terpisah di Misi UNIFIL Lebanon
China Dukung Mediasi Pakistan untuk Redakan Ketegangan AS-Iran
Mulai Besok, ASN Gresik WFH Setiap Rabu, Kecuali 9 OPD Vital