"Kami sudah mengantisipasi dari awal," jelas Budi. Tapi ketegangan sulit dihindari saat mereka bertemu muka. Adu argumen pun terjadi, dan memicu insiden penganiayaan.
Penyidik langsung bertindak cepat. Mereka melakukan penyekatan dan memisahkan kedua kelompok untuk mencegah keributan yang lebih besar. Langkah itu cukup efektif meredam situasi.
Menariknya, ketegangan ini rupanya bukan cuma soal kasus kekerasan seksual belaka. Ada persoalan lain di luar kasus yang ikut memicu emosi, yang akhirnya berujung pada tindakan kekerasan. Nah, terkait insiden penganiayaan ini, polisi sudah menangkap tiga pelakunya.
Meski sempat ricuh, pemeriksaan tetap dilanjutkan. Hanya mekanismenya yang disesuaikan. Korban RIS keberatan untuk berhadapan langsung dengan tersangka F. Alhasil, penyidik menerapkan metode pemeriksaan terpisah.
Hal ini dilakukan demi keamanan dan kenyamanan semua pihak yang terlibat. "Kami pastikan penanganan perkara tetap berjalan profesional," tutup Budi Hermanto.
Artikel Terkait
Polisi Tangkap Dua Pelaku Pencurian Motor di Batuceper Saat Dorong Kendaraan Hasil Curian
RSU Muslimat Ponorogo Resmikan Gedung Gus Dur, Perkuat Layanan Ibu dan Anak
GB KEK di Pulau Poto Bintan Serap Ribuan Tenaga Kerja, Jawab Isu Stagnasi
KPK Sita Belasan Juta Dolar AS di Safe House Kasus Suap Bea Cukai