Di sisi lain, lembaga pengawas demokrasi sudah lama mewanti-wanti. Peringatan mereka nyaris sama: pemerintah baru nanti cuma akan jadi boneka militer. Memang, dalam sejarah Myanmar pasca-kemerdekaan, militer sudah terlalu sering memegang kendali.
Di sesi majelis rendah, anggota parlemen Kyaw Kyaw Htay menyampaikan pengumuman resmi.
Begitu katanya, seperti disiarkan televisi pemerintah. Nantinya, tiga wakil presiden akan dipilih. Dari ketiganya, satu orang akan terpilih menjadi presiden melalui pemungutan suara di parlemen. Prosesnya terlihat demokratis, tapi semua tahu siapa yang punya pengaruh paling besar di balik layar.
Artikel Terkait
Menteri LHK Tinjau Calon Lokasi PLTSa di Malang, Target Olah 1.038 Ton Sampah Per Hari
Satpol PP Bandung Terima Apresiasi Atas Kinerja Humanis dan Responsif Sepanjang 2024
Kebakaran Pabrik Helm di Bogor Belum Sepenuhnya Padam, Titik Api di Gudang Bahan Kimia Jadi Sorotan
Serangan Drone di Dilling Tewaskan 14 Warga Sipil, Hancurkan Delapan Rumah