Junta Myanmar Nominasikan Min Aung Hlaing Jadi Calon Wakil Presiden

- Senin, 30 Maret 2026 | 15:30 WIB
Junta Myanmar Nominasikan Min Aung Hlaing Jadi Calon Wakil Presiden

Jenderal Senior Min Aung Hlaing, pemimpin junta Myanmar, baru-baru ini dinominasikan jadi calon wakil presiden. Langkah ini jelas membuka jalan baginya untuk nanti bisa naik jadi presiden, sekaligus mengubah status pemerintahannya dari militer ke sipil. Padahal, sejak kudeta 2021, dialah orang nomor satu yang memegang kendali.

Menariknya, posisinya sebagai panglima militer tak akan kosong. Seperti dilaporkan AFP, Senin (30/3/2026), seorang mantan kepala intelijen sudah ditunjuk untuk menggantikannya. Pergantian ini seolah menyiapkan panggung bagi transisi kekuasaan yang sudah direncanakan.

Kita ingat, awal 2021 itu chaos. Min Aung Hlaing memerintahkan kudeta yang menjungkalkan pemerintahan sipil pimpinan Aung San Suu Kyi. Peraih Nobel Perdamaian itu ditahan, partainya dibubarkan, dan Myanmar pun terjerumus ke dalam konflik sipil yang berkepanjangan. Lima tahun berlalu dengan pemerintahan yang keras.

Lalu, di akhir Januari lalu, junta menggelar pemilu. Hasilnya? Kemenangan telak untuk partai-partai pro-militer. Tapi pemilu itu dikritik banyak pihak karena sangat dibatasi. Bahkan, junta sampai mengkriminalisasi siapa saja yang berani protes atau mengkritik proses pemilihan tersebut.

Editor: Bayu Santoso


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar