Di sisi lain, respons dari KPK cukup positif. Wakil Ketua KPK, Fitroh Rohcahyanto, mengapresiasi inisiatif Gubernur Jateng ini. Menurutnya, langkah seperti ini penting banget. Apalagi mengingat kasus penindakan di Jawa Tengah masih terbilang tinggi.
"Sosialisasi pencegahan korupsi ini inisiatifnya Gubernur. Sebagaimana diketahui, kegiatan penindakan di wilayah Jawa Tengah cukup banyak, sehingga dengan melakukan upaya pencegahan yang terus-menerus, serta sinergitas antara penegak hukum yang ada di daerah dan juga pihak-pihak pemerintah diharapkan mampu mengurangi perilaku koruptif,"
Fitroh menambahkan, monitoring ke berbagai daerah akan terus KPK lakukan, tidak cuma di Jateng. Ia pun menekankan, komitmen yang sudah ditandatangani itu harus betul-betul dijalankan. Jangan cuma jadi formalitas di atas kertas.
"Harapannya, setelah melakukan pencegahan dan menandatangani komitmen atau pakta integritas. Maka itu harus dilakukan, bukan sekadar formalitas,"
Acara yang digelar hari Senin itu juga dihadiri sejumlah pejabat kunci. Wakil Gubernur Taj Yasin Maimoen, Ketua DPRD Jateng Sumanto, dan Sekda Sumarno hadir memenuhi undangan. Jajaran kepala OPD Pemprov Jateng juga tak ketinggalan.
Dari KPK, selain Fitroh, hadir pula Deputi Koordinasi dan Supervisi, Ely Kusumastuti. Keduanya memberikan arahan langsung kepada para kepala daerah tentang bagaimana mencegah tindak pidana korupsi di wilayah mereka masing-masing. Suasana terasa serius, tapi penuh harapan.
Artikel Terkait
Presiden Prabowo Tandatangani Komitmen Investasi Jepang Rp 380 Triliun di Tokyo
Jaksa Tolak Permohonan Justice Collaborator Terdakwa Korupsi Izin TKA
Pegadaian Buka Cabang Perdana di Luar Negeri, Resmi Beroperasi di Timor Leste
Prabowo Dorong Akselerasi Kemitraan Ekonomi Indonesia-Jepang di Forum Bisnis Tokyo