LIVERPOOL Godaan gaji fantastis dari Arab Saudi memang menggoda. Tapi, kabarnya Mohamed Salah punya rencana lain. Bintang Liverpool itu dikabarkan bakal menolak tawaran dari Timur Tengah demi melanjutkan petualangannya di Eropa, tepatnya di klub elite.
Padahal, pekan lalu dia sudah mengumumkan bakal hengkang dari Anfield akhir musim ini. Banyak yang langsung menebak Liga Pro Saudi sebagai tujuan berikutnya. Logis saja, mengingat iming-iming finansialnya yang sulit ditolak.
Namun begitu, Jamie Carragher punya pandangan berbeda. Mantan bek Liverpool itu yakin ambisi Salah belum padam. Menurutnya, striker berusia 33 tahun itu masih ingin mengejar sesuatu yang lebih berharga daripada uang: gol di Liga Champions.
"Saya pikir Mo Salah, dengan motivasinya seperti Ronaldo, saya belum melihat kemungkinan bergabung dengan Arab Saudi," ujar Carragher dalam podcast The Overlap.
"Saya bisa membayangkannya di Italia, bersama salah satu raksasa sana. Pokoknya, karier level atas biasanya berakhir kalau sudah ke Arab Saudi. Saya yakin dia masih memikirkan rekor Liga Champions-nya, berapa banyak lagi gol yang bisa dia cetak," lanjutnya.
Intinya, Carragher merasa Salah masih punya kepercayaan diri yang tinggi. Dia masih merasa jadi salah satu yang terbaik. Perginya dari Liverpool bukan berarti dia sudah siap turun kelas. Masih ada bensin di tangki, masih ada yang ingin dibuktikan.
Jangan lupa, sebelum bersinar di Liverpool sejak 2017, Salah sudah merasakan Serie A bersama Roma. Di Anfield, dia sudah menyabet satu trofi Liga Champions. Namanya sekarang tercatat di peringkat ke-11 pencetak gol terbanyak sepanjang masa di kompetisi bergengsi itu. Pencapaian yang belum tentu membuatnya puas.
Di sisi lain, statistiknya untuk The Reds memang luar biasa. 255 gol dari 435 penampilan sejauh ini! Angka itu menempatkannya di urutan keenam dalam daftar legenda klub, di bawah nama-nama besar seperti Dalglish, Gerrard, dan Rush.
Memang, hubungannya dengan klub sempat memanas. Carragher sendiri pernah menyebut sikap Salah "memalukan" usai insiden di zona campuran melawan Leeds tahun lalu. Tapi, melihat keputusannya pergi sekarang dengan sisa satu tahun kontrak Carragher menilai itu keputusan yang tepat untuk semua pihak.
"Kalau dilihat mundur, mungkin mereka bisa lakukan ini musim panas lalu? Tapi mana mungkin kamu tidak perpanjang kontrak pemain terbaik Liga Premier musim lalu? Susah juga berandai-andai. Mungkin ini cuma terjadi setahun lebih awal dari yang kita duga," pungkasnya.
Jadi, ke mana berikutnya? Saudi, Italia, atau mungkin tujuan lain? Yang jelas, petualangan Mo Salah di puncak dunia sepak bola rupanya belum berakhir.
Artikel Terkait
Persija Jakarta Tak Perpanjang Kontrak Pelatih Mauricio Souza Meski Catat Rekor Poin Tertinggi
Turnamen Padel Senior Makassar Siap Digelar, 24 Pasang Pemain Berebut Tiket Final
Persija Akhiri Kontrak Pelatih Mauricio Souza Usai Gagal Bawa Tim Juara Super League 2025/2026
Jarrod Bowen Bertekad Bawa West Ham Kembali ke Liga Primer Usai Degradasi