ARAD Kota-kota Arad dan Dimona di Israel selatan masih berusaha bangkit dari serangan rudal yang mengguncang wilayah itu pada 21 Maret lalu. Menurut laporan terbaru, serangan yang diluncurkan dari Iran itu menyebabkan 175 orang terluka. Dari jumlah itu, sepuluh korban dikabarkan mengalami luka yang cukup serius.
Pemandangan sehari setelahnya sungguh memilukan. Di jalan-jalan Arad, warga tampak sibuk memilah reruntuhan. Mereka memeriksa sisa-sisa rumah dan bangunan yang hancur, berusaha menyelamatkan apa yang masih bisa diselamatkan. Suasana tegang dan duka masih terasa jelas di udara.
Serangan ini, yang menargetkan dua kota di selatan Israel, kembali mempertajam ketegangan yang sudah lama terjadi di kawasan itu. Jumlah korban yang mencapai 175 orang dengan puluhan luka serius menunjukkan skala dampaknya yang cukup signifikan. Sampai berita ini diturunkan, situasi di lapangan masih dalam proses penanganan lebih lanjut oleh pihak berwenang setempat.
Artikel Terkait
Lonjakan 55% Penumpang di Terminal Malalayang Saat Mudik Lebaran 2026
Taman Bendera Pusaka Jadi Primadona Baru Libur Lebaran, Dipadati Pengunjung
Ketua Parlemen Iran Peringatkan Serangan AS Bisa Hancurkan Infrastruktur Energi Timur Tengah
Polisi Ungkap Motif Cemburu dan Kepanikan Pelaku Pembunuhan Cucu Mpok Nori