Kabut pagi masih menyelimuti perbukitan karst Pacitan ketika Menteri Kebudayaan Fadli Zon tiba di Museum Song Terus. Kunjungan kerja ini bukan sekadar seremonial belaka. Di tempat yang sunyi ini, tersimpan cerita panjang tentang asal-usul kita.
Museum itu sendiri adalah pusat informasi prasejarah. Ia menampung berbagai temuan dari Goa Song Terus, sebuah jendela ke masa lalu yang mengungkap jejak kehidupan manusia purba di selatan Jawa. Fadli Zon tampak serius menyimak setiap pajangan.
“Di museum ini kita bisa menyaksikan satu rangkaian perjalanan peradaban manusia di Pacitan, dari awal hingga manusia modern seperti sekarang,” ujarnya, Senin (30/3/2026).
Suaranya terdengar penuh keyakinan. Baginya, Song Terus bukan cuma situs biasa. Temuan di sini, termasuk kerangka ‘Mbah Sayem’ yang berusia sekitar 8.500 tahun, dan artefak budaya yang usianya bisa mencapai 300.000 tahun, membuktikan adanya kesinambungan hidup yang luar biasa. Narasi inilah yang harus disampaikan dengan utuh.
Menurutnya, pengembangan museum ke depan harus lebih dari sekadar gudang penyimpanan. Ia membayangkan sebuah pusat edukasi yang hidup. “Ini bukan hanya tempat penyimpanan artefak, tetapi juga pusat edukasi dan literasi budaya yang sangat penting,” tambah Fadli Zon.
Artikel Terkait
Gus Ipul Minta Kepala Desa Hidupkan Puskesos untuk Perkuat Data Bansos
DPRD Nagekeo Desak Kajian Ahli Geologi Atasi Retakan Lereng di Keo Tengah
Kepala Otorita IKN Ungkap Kenyamanan Tinggal dan Rencana Kantor Wapres di Ibu Kota Baru
Arus Balik Lebaran 2026, KA Bandara Yogyakarta Catat Rekor 12.000 Penumpang dalam Sehari