Setelah insiden berdarah itu, pria itu menghilang begitu saja. Dia kabur ke dalam hutan lebat Australia dengan medan yang terjal. Pencarian pun dilancarkan. Polisi mengerahkan segala sumber daya, menjadikannya salah satu operasi perburuan terbesar dalam sejarah negeri kanguru itu.
Di sisi lain, Freeman dikenal sebagai bagian dari gerakan ‘warga negara berdaulat’. Singkatnya, kelompok ini punya keyakinan unik bahwa hukum negara tidak berlaku bagi mereka. Keyakinan ekstrem itu mungkin yang mendorongnya untuk melakukan perlawanan bersenjata.
Kini, setelah tujuh bulan menebar teror dan memaksa polisi bekerja keras, perburuan itu akhirnya usai. Masyarakat setempat bisa sedikit bernapas lega, meski duka bagi keluarga kedua polisi yang gugur tentu masih terasa sangat dalam.
Artikel Terkait
Petugas Bersihkan Tumpukan Sampah Pasar Kramat Jati, Tapi Hanya Bantuan Darurat
Mayjen (Purn) Soenarko Pimpin Gugatan Warga ke PN Jaksel Soal Penanganan Kasus Ijazah Presiden
IHSG Anjlok 1,74% di Awal Pekan, Sentimen Global Tekan Pasar
IHSG Anjlok 1,7%, Dihantam Aksi Jual Asing dan Gejolak Global