Pernyataan itu bahkan disebarkan media Iran. Isinya terang-terangan memperingatkan para staf, dosen, dan mahasiswa kampus Amerika untuk menjauh.
“Kami menyarankan semua karyawan, profesor, dan mahasiswa universitas-universitas Amerika di kawasan ini dan penduduk di sekitarnya” untuk tidak mendekat dalam radius satu kilometer dari kampus.
Efeknya langsung terasa. Tak cuma di Lebanon, kampus AS di negara lain juga ikut bersiaga. Di Yordania, American University of Madaba yang terletak sekitar 35 km dari Amman, mengambil langkah serupa. Mereka akan menggelar kelas daring hingga Kamis (2/4) mendatang untuk sekitar tiga ribu mahasiswanya.
Memang, kehadiran kampus Amerika di Timur Tengah cukup signifikan. Sebut saja Texas A&M University di Qatar atau New York University di Uni Emirat Arab. Namun, AUB di Beirut punya tempat khusus. Kampus dan rumah sakitnya yang megah telah lama menjadi ikon pendidikan dan layanan kesehatan di kawasan itu. Keputusannya untuk sementara beralih ke dunia maya jelas bukan hal sepele, melainkan sinyal betapa tegangnya situasi saat ini.
Artikel Terkait
Iran Izinkan Dua Kapal Pertamina Melintas, DPR Ingatkan Pemerintah Tak Boleh Terlena
Pemerintah Siapkan Aturan WFH untuk Tekan Konsumsi BBM
Harga Beras Naik, Cabai Merah Turun Signifikan di Pasar Nasional
Damkar Bogor Waspadai Titik Api Baru Usai Kebakaran Pabrik Terpal di Gunung Putri