Di sisi lain, tentara AS juga menanggung kerugian yang tidak kecil.
"Kami kehilangan 13 prajurit terbaik, dan sekitar 200 lainnya menderita luka-luka," demikian pernyataan resmi dari Pentagon mengenai serangan balasan Iran.
Israel pun tak luput dari dampaknya. Sejak perang pecah, setidaknya 19 warga sipilnya meninggal dan ribuan lainnya sekitar 5.400 orang harus menjalani perawatan akibat luka-luka. Belum lagi korban serupa yang berjatuhan di berbagai negara kawasan Teluk, menambah panjang daftar duka konflik ini.
Kini, setelah satu bulan berlalu, situasi justru makin panas. Malah, ada indikasi eskalasi yang lebih besar. AS dikabarkan terus memperkuat pangkalan militernya di Timur Tengah. Bahkan, desas-desus tentang persiapan invasi darat ke Iran mulai mencuat. Jika itu benar-benar terjadi, maka perang ini mungkin baru akan memasuki babak yang paling mengerikan.
Artikel Terkait
Ganjil-Genap Kembali Berlaku di Jakarta Usai Libur Lebaran
Arus Balik Liburan Picu Kemacetan Parah di Sejumlah Ruas Tol Jakarta
Iran Sebut Serangan AS-Israel Sebabkan Pemadaman Listrik Besar di Teheran
Nasib Ribuan PPPK Terancam Imbas Kebijakan Efisiensi Anggaran