Igor Tudor sendiri didatangkan ke Spurs pada pertengahan Februari 2026. Tugasnya menggantikan Thomas Frank yang dipecat. Tapi, masa jabatannya ternyata sangat singkat dan penuh badai.
Statistiknya berbicara keras. Dalam enam pekan, Tudor hanya menangani tujuh pertandingan di semua kompetisi. Hasilnya? Cuma satu kemenangan, satu imbang, dan lima kekalahan. Rata-rata poin yang dikumpulkan timnya cuma 0,57 per laga. Angka yang sangat buruk untuk standar mana pun.
Kemenangan tunggal itu pun terasa pahit. Mereka menang 3-2 atas Atletico Madrid di Liga Champions. Sayangnya, kemenangan di leg kedua babak 16 besar itu tidak cukup untuk membalikkan agregat. Spurs tetap tersingkir.
Kini, dengan posisi klub yang terancam degradasi di Liga Inggris, pencarian pelatih baru jadi pekerjaan rumah yang paling krusial. Tekanan dari suporter sudah memuncak. Tantangan untuk siapa pun yang akan menggantikan Tudor terlihat sangat berat.
Artikel Terkait
KemenHAM DKI Pantau Kondisi Korban Penyiksaan Kimia, KPK Temukan Wanprestasi Lelang
Prabowo Janjikan Hunian Layak Usai Blusukan ke Bantaran Rel Senen
Presiden Prabowo Tandatangani Buku Diaspora Indonesia di Tokyo
Tim Troya Siapkan Gugatan PMH ke Jokowi untuk Transparansi Ijazah