Tim gabungan BPBD dan relawan langsung bergerak. Pencarian mereka lakukan dengan menyisir kolam hingga ke dasarnya. Medannya sulit, bebatuan licin, dan airnya keruh. Setelah usaha yang melelahkan, kedua remaja itu akhirnya ditemukan. Sayangnya, nyawa mereka sudah tak tertolong.
Evakuasi berjalan alot. Butuh waktu dan tenaga ekstra untuk mengangkat jasad dari lokasi yang curam itu. Begitu berhasil, kedua jenazah langsung dibawa ke puskesmas untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Insiden ini jadi pengingat pahit bagi siapa saja. Pihak berwenang pun mengulangi imbauannya: berhati-hatilah jika berkunjung ke air terjun, apalagi saat musim hujan. Arus bawah bisa muncul tiba-tiba dan mematikan.
Kini, kedua remaja itu telah kembali ke keluarga mereka di Desa Bawu. Liburan yang seharusnya berisi tawa, berubah menjadi duka yang dalam.
Artikel Terkait
Balon Udara Bawa Petasan Meledak, Dua Rumah di Pekalongan Rusak
Petir Tewaskan Satu Wisatawan dan Lukai Sembilan Orang di Pantai Lumajang
Presiden Prabowo Bertemu Kaisar Naruhito dan PM Takaichi di Tokyo
SBY Kenang Juwono Sudarsono sebagai Pemikir Cemerlang di Balik Reformasi TNI