Di sisi lain, harga DDR5 juga ikut naik, meski kenaikannya nggak seekstrem DDR4. Ini menunjukkan tekanan yang lebih luas sedang terjadi di pasar DRAM global. Intinya, semua jenis memori lagi mahal.
Jadi, apa artinya buat kita ke depannya? Tampaknya, era DDR4 sebagai standar utama perlahan-lahan akan berakhir. Industri sudah memutuskan untuk lari ke teknologi yang lebih baru dan tentu saja lebih menguntungkan. Akibatnya, pasar DDR4 sekarang terjebak dalam situasi yang pelik: harga tinggi, stok terbatas, dan masa depan yang nggak pasti.
Buat produsen perangkat, situasi ini bisa menghambat produksi atau memaksa mereka melakukan perubahan desain dadakan. Buat kita sebagai konsumen? Mungkin saatnya berpikir ulang sebelum menunda-nunda upgrade, atau bersabar menghadapi harga yang nggak lagi bersahabat.
(MMI)
Artikel Terkait
Jadwal Puasa Ayyamul Bidh Syawal 1447 H Bertepatan dengan Awal April 2026
Garena Bagikan 30 Kode Redeem Free Fire Gratis untuk 28 Maret 2026
LRT Sumsel Angkut Lebih dari 213 Ribu Penumpang Selama Libur Lebaran 2026
Mentan: Indonesia Jadi Rujukan Swasembada Pangan, Tapi Ancaman Impor Masih Nyata