Tri Cahyadi, Ketua STIP, membeberkan detailnya. Setiap kelas nantinya bisa menampung sekitar 24 sampai 27 siswa. "Kami siapkan enam ruang kelas," ujarnya. Tak lupa, dua asrama terpisah untuk putra dan putri juga sudah disiapkan untuk mendukung siswa yang tinggal di asrama.
Setelah melihat langsung, Gus Ipul tampak optimis. Menurut penilaiannya, sarana prasarana yang ada cukup memadai dan siap dipakai.
"Saya lihat sarana dan prasarananya sudah cukup baik dan siap digunakan,"
katanya.
Targetnya, sekolah rintisan di Marunda ini kelak bisa menampung hingga 150 siswa. Mereka akan dididik oleh tenaga pengajar, didampingi wali asuh dan wali asrama. Harapannya jelas: membuka akses pendidikan lebih lebar, terutama bagi anak-anak dari keluarga yang kurang mampu. Agar mereka tetap punya kesempatan untuk belajar dengan layak.
Langkah ini, di sisi lain, menunjukkan upaya pemerintah untuk memperluas jangkauan program pendidikannya. Tinggal menunggu realisasi di lapangan.
Artikel Terkait
Aliansi Merah Putih Desak Pemerintah Lindungi PPPK dari Ancaman Pemutusan Kontrak
Tuchel Panggil Ben White, Tinggalkan Trent Alexander-Arnold untuk Skuad Inggris
Cemburu Pacar, Pria 80 Tahun Dibunuh dan Dibuang ke Sungai Citanduy
Harga RAM DDR4 Melonjak Hampir 9 Kali Lipat, Produsen Beralih Fokus ke Memori AI