Di sisi lain, pemerintah provinsi membuka peluang kemitraan dengan Amerika Serikat. Kolaborasi di bidang pendidikan dan riset diharapkan bisa mencetak SDM yang unggul dan inovatif, siap bersaing di kancah global.
Menanggapi hal itu, pihak Kedubes AS ternyata punya ketertarikan lebih dari sekadar kerja sama formal. Mereka tertarik dengan kekayaan budaya dan potensi pariwisata Sulsel. Bahkan, ada minat untuk mempelajari bahasa Makassar dan Bugis.
Destinasi seperti Rammang-Rammang di Maros, yang sudah masuk UNESCO Global Geopark, juga jadi bahan pembicaraan. Tak ketinggalan, peluang investasi dibicarakan. Sektor-sektor seperti agroindustri, energi hijau terbarukan, dan pengembangan logistik ekonomi terbuka lebar.
Pertemuan itu akhirnya berlangsung hangat. Kedua pihak sepakat bahwa dialog semacam ini penting. Bukan cuma untuk urusan bilateral, tapi juga untuk kontribusi pada stabilitas yang lebih luas.
Artikel Terkait
Satu Tewas dalam Tabrakan Dua Motor di Jalur Mancak-Anyer
Pertamina Bina Ratusan UMKM, Produk Lokal Teras Balongan Tembus Pasar Luar Negeri
Tuchel Kecewa atas Cemoohan Penonton Wembley untuk Debut Kembali Ben White
Wirtz Bawa Jerman Menang Tipis Atas Swiss Meski Kebobolan Tiga Gol