Bahkan, kemacetan yang sempat muncul di beberapa titik berhasil diurai dengan relatif cepat. Lalu lintas kembali lancar tidak berlarut-larut.
Ada satu capaian yang patut dicatat: angka kecelakaan. Selama 13 hari Operasi Ketupat Semeru 2026, kejadian laka lantas tercatat 751 kasus. Angka ini turun drastis, sekitar 37 persen, dibandingkan periode sebelum operasi yang mencapai 1.188 kejadian.
“Sebelum Operasi Ketupat Semeru kita laksanakan, tercatat kejadian laka lantas di wilayah Jawa Timur ada 1.188 kejadian dan selama 13 hari Operasi Ketupat Semeru ada 751 kejadian,” papar Kombes Jules dengan rinci.
Di sisi lain, Jules punya imbauan buat masyarakat yang masih dalam perjalanan pulang. Dia menyarankan untuk memanfaatkan kebijakan work from anywhere jika memungkinkan. Dengan mengatur waktu perjalanan secara lebih fleksibel, penumpukan kendaraan di jam-jam puncak bisa dihindari.
Terakhir, dia mengingatkan satu hal penting. Layanan darurat 110, yang bebas pulsa dan siaga 24 jam, selalu siap untuk dihubungi. Masyarakat yang membutuhkan bantuan kepolisian jangan ragu untuk menggunakannya.
Editor: Redaksi
Artikel Terkait
Arus Balik Lebaran di Jalan Layang MBZ Mulai Melandai pada H+7
Indonesia dan Jepang Sepakati Kerja Sama Konservasi Komodo dan Diplomasi Hijau
Pemprov DKI Ganti Pendekatan Represif dengan Humanis Hadapi Gelombang Urbanisasi Pasca-Lebaran
Prabowo Tiba di Tokyo, Akan Temui Kaisar Naruhito dan PM Takaichi