Suasana silaturahmi Idul Fitri di Keraton Surakarta Hadiningrat kemarin tak hanya hangat oleh nuansa religius. Momen itu juga dimanfaatkan Menteri Kebudayaan Fadli Zon untuk menegaskan komitmennya: revitalisasi menyeluruh untuk keraton dan kawasan budayanya harus segera digeber.
Fadli bilang, perbaikan fisik bangunan saja tidak cukup. Menurutnya, yang tak kalah penting adalah menguatkan narasi sejarah, memperbaiki tata kelola, dan memanfaatkan teknologi. Tujuannya satu: meningkatkan pengalaman pengunjung.
Dia ingin kawasan budaya ini hidup, kompetitif, dan berkelanjutan. Harapannya, keraton bisa menjelma jadi destinasi unggulan yang memadukan wisata budaya, sejarah, religi, dan edukasi dalam satu paket yang menarik.
Di sisi lain, statusnya sebagai cagar budaya nasional memang membawa konsekuensi. Tanggung jawab untuk menjaganya bukan hanya ada di pundak keraton, tapi juga semua pihak. Ini sekaligus bentuk pelaksanaan amanat konstitusi untuk memajukan kebudayaan.
Usai menyampaikan pidato, Fadli langsung blusukan. Dia meninjau beberapa titik seperti Siti Hinggil dan Museum Keraton untuk melihat kondisi aktualnya. Dari sana, dia bisa menilai potensi dan kebutuhan perbaikan secara langsung.
Artikel Terkait
Bappenas Soroti Peran Vital Riset BRIN untuk Dongkrak Produktivitas Peternakan
Timnas Indonesia Naik ke Peringkat 121 FIFA, Geser Malaysia yang Dihukum
Pendukung Maduro Berunjuk Rasa di Luar Pengadilan New York
Seo Kang Joon hingga Jisoo BLACKPINK, Ini 5 Rekomendasi Drama untuk Temani Libur Lebaran