Christhoper Natanael Raja
TVRINews, Jakarta
Bagi John Herdman, dua laga di FIFA Series 2026 ini bukan cuma soal angka. Pelatih Timnas Indonesia itu lebih melihatnya sebagai batu bata pertama untuk membangun sesuatu yang lebih besar. Ya, menang itu penting. Tapi fondasi untuk jangka panjang, menurutnya, jauh lebih krusial.
“Kami tentu selalu bermain untuk menang,” ujar Herdman.
Namun begitu, ia menambahkan, “Tapi ada banyak ‘kemenangan’ lain yang sudah kami dapatkan minggu ini.”
Pernyataan itu disampaikannya dalam konferensi pers di SUGBK, Jakarta, Kamis lalu, menjelang laga kontra St. Kitts and Nevis. Bagi Herdman, perkembangan tim tak bisa hanya dilihat dari skor akhir. Proses selama pemusatan latihan, itulah yang punya nilai.
Ia lalu menyebut sejumlah kemajuan yang mungkin tak terlihat di lapangan. Mulai dari budaya baru yang dibangun, kerja sama yang mulus antara staf lokal dan internasional, sampai bagaimana pemain beradaptasi dengan sistem, budaya, dan bahkan bahasa baru. Semua elemen ini, dalam pandangannya, adalah pondasi wajib untuk menciptakan tim yang tangguh di kancah global.
Perjalanan panjang menuju Piala Dunia 2030 jadi acuannya. Herdman mengingatkan bahwa sepak bola internasional itu berjenjang. “Semua yang kami lakukan dalam tiga tahun ke depan adalah bagian dari perjalanan menuju 2030,” katanya.
Artikel Terkait
KPK Sambut Baik Desakan MAKI agar DPR Bentuk Panja Khusus Usut Penahanan Yaqut
China dan ASEAN Sepakati Dialog untuk Dorong Rekonsiliasi di Myanmar
QS Umumkan 4 Universitas Indonesia Terbaik untuk Ilmu Hayati dan Kedokteran
KPK Buka Alasan Alihkan Status Tahanan Eks Menag Yaqut ke Rumah