Cahya Supriadi Dapat Kepercayaan Pertama dari Herdman untuk Timnas Indonesia

- Kamis, 26 Maret 2026 | 13:30 WIB
Cahya Supriadi Dapat Kepercayaan Pertama dari Herdman untuk Timnas Indonesia

Jakarta – Kepercayaan pelatih John Herdman akhirnya datang juga. Cahya Supriadi, kiper andalan PSIM Yogyakarta, resmi dipanggil untuk membela Timnas Indonesia. Pemanggilan ini untuk persiapan FIFA Series 2026 yang bakal digelar di Jakarta akhir Maret nanti.

Bagi Cahya, ini jelas momen bersejarah. Meski sudah akrab dengan jersey timnas di level usia muda, panggilan ke skuad senior adalah pencapaian yang berbeda sama sekali. Namanya mencuat berkat performa solidnya bersama Laskar Mataram di Super League musim ini. Herdman, rupanya, memperhatikan betul.

Lewat laman resmi liga, kiper kelahiran 2003 itu mengaku tak menyia-nyiakan kesempatan ini. Sebelum bergabung dengan pemusatan latihan timnas, ia sudah lebih dulu mempersiapkan kondisi fisiknya.

“Alhamdulillah, saya sangat bangga atas pemanggilan pertama kali ke timnas senior. Persiapannya, saya melakukan beberapa kali pertemuan dengan pelatih performance pribadi saya untuk melihat lagi apa saja yang masih terus perlu diperbaiki,” ujar Cahya.

Di sisi lain, ambisi Cahya tidak muluk-muluk. Ia lebih fokus untuk menyerap ilmu. Baginya, kesempatan berlatih bersama para senior dan pelatih berpengalaman adalah modal yang tak ternilai, terutama untuk mengasah mental di bawah mistar gawang.

“Targetnya ingin ambil ilmu dan pengalaman sebanyak mungkin. Ini modal penting bagi saya untuk belajar dari ahlinya bersama para senior di timnas,” tambahnya.

Menutup pembicaraan, ada tekad bulat yang ia sampaikan. Konsistensi adalah kunci. Baik saat membela Garuda, maupun nanti saat kembali ke PSIM, ia ingin tampil maksimal.

“Saya bertekad memperbaiki kekurangan selama berlatih di sana. Harapannya semoga bisa konsisten di timnas maupun klub,” pungkas Cahya Supriadi.

Editor: Erwin Pratama

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar