Memang, tujuan utama kebijakan satu hari WFH ini adalah menghemat konsumsi BBM. Estimasi kasar pemerintah, penghematannya bisa mencapai 20% dari konsumsi nasional. Angka itu diungkap Purbaya usai salat Id di lingkungan kantor pajak.
Namun begitu, pemerintah tampaknya enggan memperpanjang durasinya. Khawatirnya, efektivitas kerja malah anjlok kalau terlalu lama.
“Kalau terus-terusan WFH, nanti tidak kerja-kerja. Ada hal-hal yang tidak bisa dikerjakan dengan baik dari rumah,” ujarnya.
Fleksibilitas kerja juga punya sisi gelap. Purbaya menyoroti potensi penyalahgunaan, misalnya karyawan jadi sulit dihubungi saat WFH. Meski diakui, kebijakan ini bisa memberi dampak positif, seperti mendongkrak aktivitas ekonomi lokal dan pariwisata.
Mengenai teknisnya, Menko Airlangga Hartarto memberikan gambaran yang lebih jelas. Kebijakan ini rencananya akan menyasar ASN dan pekerja swasta, tapi dengan pengecualian untuk layanan publik yang harus tetap berjalan.
“WFH akan didetailkan, tetapi sesudah Lebaran kita akan melakukan. Satu hari saja,” tegas Airlangga.
Jadi, semua sudah siap. Tinggal waktu pelaksanaannya saja yang menunggu momentum tepat, usai Lebaran nanti.
Artikel Terkait
Mulan Jameela Bantah Tudingan Hina Profesi Guru, Sebut Berita Bohong
Arab Saudi Apresiasi Resolusi Dewan HAM PBB yang Kutuk Serangan Iran
Serangan Udara AS-Israel Tewaskan Dua Remaja di Iran, Dampak Merambah ke Abu Dhabi
Pelatih Saint Kitts dan Nevis Anggap Peringkat FIFA Hanya Angka Jelang Hadapi Indonesia