"Langkah ini memberi Pemerintah waktu untuk menilai situasi dengan benar, sambil tetap memberikan fleksibilitas dalam kasus-kasus terbatas,"
Tambahan penjelasan itu dirilis sehari sebelumnya, pada Rabu (25/3).
Namun begitu, larangan ini tidak bersifat mutlak. Ada beberapa pengecualian yang diberlakukan. Misalnya, warga Iran yang sudah lebih dulu berada di Australia tidak akan terdampak. Begitu pula dengan mereka yang sedang dalam perjalanan transit, atau yang merupakan pasangan maupun anak dari warga Australia. Pemegang visa permanen juga tetap aman.
Di sisi lain, pemerintah juga membuka ruang untuk pengecualian lain. Mereka akan mempertimbangkannya secara kasus per kasus. Salah satu contoh yang disebutkan adalah untuk orang tua dari warga negara Australia. Jadi, meski kebijakannya ketat, masih ada celah untuk pertimbangan kemanusiaan.
Artikel Terkait
Serangan Udara AS-Israel Tewaskan Dua Remaja di Iran, Dampak Merambah ke Abu Dhabi
Pelatih Saint Kitts dan Nevis Anggap Peringkat FIFA Hanya Angka Jelang Hadapi Indonesia
Malaysia Pangkas Kuota BBM Subsidi Mulai April 2026 Imbas Perang Iran
Arus Balik Lebaran Tembus 106 Ribu Kendaraan di Gerbang Tol Cikampek Utama