Berdasarkan penelusuran lapangan, lokasi di foto itu ternyata titik penampungan sementara resmi milik unitnya. Tempatnya di Blok Khusus TPU Tanah Kusir. Fungsinya sebagai lokasi transit untuk sampah yang diangkut dari sungai dan waduk di dua kecamatan: Pesanggrahan dan Kebayoran Lama.
Dari titik transit ini, sampah kemudian dipindah pakai truk kecil ke emplasment Perintis. Di sana, petugas akan melakukan pemilahan lebih lanjut.
Lalu, kenapa bisa timbul kesan seperti membuang sampah ke kali? Dadang punya analisisnya. Kemungkinan besar, foto itu diambil dari sudut pandang yang sejajar dengan jalan. Akibatnya, persepsi yang muncul jadi melenceng. Padahal, aktivitasnya dilakukan di titik penampungan yang dikelola, bukan di tepi sungai yang terbuka.
Di sisi lain, Dadang mengakui ada kendala teknis di lapangan. Akses jalan di area pemakaman itu relatif sempit. Sangat sulit untuk menempatkan kontainer sampah di sana. Solusinya, sampah sementara dititipkan di area bawah bantaran. Itu hanyalah tempat penampungan sebelum diangkut armada yang lebih sesuai.
Untuk mencegah salah persepsi dan kebocoran, sejumlah langkah telah diambil. Lokasi itu dilengkapi dengan penyekatan memakai kubus apung HDPE. Proses pengelolaannya pun mengikuti SOP yang berlaku.
Dadang menutup penjelasannya dengan penegasan. Dia memastikan tidak ada sampah yang masuk ke badan air. Lokasi itu juga digunakan untuk mengumpulkan sisa pangkasan pohon dari TPU oleh Distamhut. Semuanya, kata dia, berjalan terkendali.
Artikel Terkait
Jasa Marga Tawarkan Diskon Tol 30% untuk Antisipasi Puncak Arus Balik Lebaran
Panduan Lengkap Niat dan Tata Cara Puasa Sunah Syawal
BMKG Kendari Waspadakan Hujan Deras Disertai Petir dan Angin Kencang di Sultra
Cahya Supriadi Dapat Kepercayaan Pertama dari Herdman untuk Timnas Indonesia