“Bapak Presiden memerintahkan untuk mengoptimalkan seluruh potensi-potensi energi yang ada di kita,” imbuhnya.
Di sisi lain, Bahlil juga menyentuh kondisi pasar. Dia melaporkan perkembangan harga komoditas seperti batu bara dan nikel. Sampai saat ini, kata dia, belum ada perubahan kebijakan pengelolaan. Pemerintah masih terus memantau dinamika global dengan cermat.
“Andaikan pun kalau harganya stabil terus, bagus, kita akan bagaimana membuat relaksasi tapi terukur terhadap perencanaan produksi,” jelas Bahlil.
“Yang penting adalah kita inginkan harganya bagus terus. Kita doakan harga batu bara bagus, harga nikel bagus. Kemudian kita akan bagaimana melakukan relaksasi terukur,” lanjutnya menegaskan.
Jadi, intinya, arahan presiden cukup gamblang. Kelola SDA dengan prinsip kepentingan negara nomor satu, kejar hilirisasi, dan pacu energi alternatif. Sambil tetap jaga keseimbangan dengan kondisi pasar yang fluktuatif.
Artikel Terkait
Debt Collector di Bali Diamankan Usai Kroyok dan Rusak Mobil Pengendara
Gempa Magnitudo 5,2 Guncang Laut di Timur Laut Konawe
Menteri Keuangan Sebut Birokrasi BUMN Hambat Akuisisi PNM
Pengacara Abdul Wahid Ajukan Permohonan Tahanan Rumah di Sidang Pemerasan