Senandung di Tengah Reruntuhan: BRI Pulihkan Senyum Anak Korban Banjir Bandang Sumatra

- Selasa, 30 Desember 2025 | 09:24 WIB
Senandung di Tengah Reruntuhan: BRI Pulihkan Senyum Anak Korban Banjir Bandang Sumatra

Banjir bandang yang melanda sejumlah wilayah di Sumatera meninggalkan duka. Tapi di tengah reruntuhan, ada upaya untuk mengembalikan senyum, terutama bagi anak-anak. PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, atau BRI, lewat program Trauma Healing-nya, mencoba melakukan hal itu. Ini adalah bagian dari aksi kemanusiaan lebih luas mereka di bawah payung BRI Peduli Sumatra, yang fokus pada pemulihan psikis, kesehatan, dan kebutuhan dasar korban bencana.

Di berbagai posko yang tersebar dari Aceh, Sumatera Utara, hingga Sumatera Barat, suasana berbeda tercipta. Relawan, tenaga kesehatan, dan komunitas lokal mengajak anak-anak bermain. Mereka menggambar, mewarnai, bernyanyi, atau mendengarkan dongeng. Aktivitas-aktivitas kreatif dan edukatif ini dirancang khusus. Tujuannya sederhana namun mendalam: mengurangi beban trauma dan membangun kembali rasa aman yang mungkin hilang.

Corporate Secretary BRI, Dhanny, menekankan betapa pentingnya pendekatan ini.

“Anak-anak itu kelompok yang paling rentan secara psikologis pasca bencana. Lewat kegiatan Trauma Healing di posko-posko kami, kami ingin mereka bisa tersenyum lagi. Merasa aman. Punya semangat untuk kembali beraktivitas,” jelas Dhanny.

Hingga 26 Desember 2025, catatan bantuan BRI Group cukup signifikan. Sudah 40 aksi tanggap darurat digelar, didukung sepuluh unit posko bencana. Bantuan logistik yang digelontorkan beragam, mulai dari 6.500 paket makanan siap santap, 85.000 sembako, hingga 950 paket survival kit. Untuk tempat tinggal sementara, disiapkan 600 unit huntara, ditambah tenda, kasur, dan selimut yang jumlahnya mencapai ribuan.

Tak cuma itu. Aspek kesehatan dan sanitasi juga jadi perhatian serius. Distribusi 33 truk air bersih, ribuan paket obat dan peralatan kebersihan, serta pengerahan lima perahu karet untuk akses daerah terisolir, menunjukkan skala respons mereka. Secara total, program ini telah menyentuh kehidupan lebih dari 100 ribu jiwa.

Namun begitu, komitmen BRI tak berhenti di fase darurat. Dhanny menambahkan, mereka juga fokus pada percepatan pemulihan jangka menengah. Salah satu wujud nyatanya adalah pembangunan 600 unit hunian sementara di Kabupaten Aceh Tamiang.

Posko-posko yang ada pun dirancang sebagai pusat pemulihan terpadu. Layanan kesehatan dasar, dapur umum, distribusi logistik, dan tentu saja, program Trauma Healing Anak yang rutin, semua tersedia di sana. Kolaborasi dengan mitra komunitas menjadi kunci, agar kehadiran posko ini benar-benar terasa bagi masyarakat, khususnya anak-anak, di masa-masa sulit pascabencana.

Dari serangkaian inisiatif ini, jelas bahwa BRI berusaha memainkan peran yang lebih dari sekadar bank. Mereka ingin dilihat sebagai mitra strategis masyarakat, yang hadir di setiap fase penanganan bencana dari saat darurat hingga pemulihan yang memakan waktu lama.

Editor: Melati Kusuma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar