Lalu ia menambahkan, "Karena itu, kita perlu bergegas untuk melakukan pembenahan subsidi energi agar tepat sasaran kepada mereka yang benar-benar membutuhkan."
Pernyataan itu bukan tanpa alasan. Selama ini, kata dia, penyaluran subsidi kerap meleset. Banyak yang menikmati justru berasal dari kalangan mampu, bukan masyarakat kecil yang seharusnya menjadi prioritas. Ini jelas masalah keadilan.
Di sisi lain, pembenahan subsidi juga bisa menjadi cara untuk mengalokasikan anggaran ke hal yang lebih produktif. Misalnya, untuk mendorong pengembangan energi baru terbarukan. Hal ini sejalan dengan visi pemerintah untuk membangun ketahanan energi nasional yang mandiri.
"Subsidi energi harus menjadi instrumen yang tepat sasaran dan sangat bisa dialihkan untuk pengembangan energi terbarukan," tegasnya.
Ia menutup dengan penegasan bahwa ketahanan energi bukan cuma soal pasokan yang aman. Lebih dari itu, ia bicara tentang pengelolaan yang adil, efisien, dan tentu saja berkelanjutan. Itulah yang akan memperkuat fondasi energi kita ke depan.
Artikel Terkait
Panglima TNI Ambil Alih Langsung BAIS Usai Dugaan Keterlibatan Personel dalam Kasus Kontras
Operasi Ketupat 2026 Resmi Ditutup, Pengamanan Jalur Mudik Berlanjut Lewat KRYD
Arus Balik Lebaran Picu Lonjakan Lalu Lintas 202% di Tol Layang MBZ
Arus Balik di Simpang Ajibarang Ramai Lancar Meski Diguyur Hujan