Operasi Ketupat 2026 Resmi Ditutup, Pengamanan Jalur Mudik Berlanjut Lewat KRYD

- Kamis, 26 Maret 2026 | 00:20 WIB
Operasi Ketupat 2026 Resmi Ditutup, Pengamanan Jalur Mudik Berlanjut Lewat KRYD

Operasi Ketupat 2026 resmi ditutup. Malam Rabu (25/6) di Semarang, Kakorlantas Polri Irjen Agus Suryonugroho, atas izin Kapolri, mengumumkan berakhirnya operasi kemanusiaan itu. Tapi jangan salah, pengamanan di jalur mudik belum benar-benar usai. Polisi masih akan siaga penuh lewat Kegiatan Rutin yang Ditingkatkan (KRYD) sampai akhir pekan nanti.

Secara umum, situasi keamanan dan ketertiban selama Lebaran tahun ini berjalan kondusif. Tidak ada kejadian besar yang mencuat. Menurut Irjen Agus, semua berkat kolaborasi yang solid dengan berbagai pihak dan penerapan rekayasa lalu lintas yang tepat sasaran.

“Operasi Ketupat 2026 telah dilaksanakan selama 13 hari, mulai tanggal 13 sampai dengan 25 Maret. Namun sesuai arahan Bapak Kapolri, pengamanan tidak berhenti, Polri akan melanjutkan dengan Kegiatan Rutin yang Ditingkatkan (KRYD) sampai dengan 29 Maret 2026,” jelas Agus kepada awak media.

Di sisi lain, keberhasilan tahun ini punya resep khusus: manajemen arus yang dinamis dan cerdas. Polri menerapkan skema One Way Nasional Presisi dari KM 70 hingga KM 414 saat arus mudik memuncak. Nah, untuk arus balik, skema serupa dibalik arahnya, dari KM 414 kembali ke KM 70, demi menjaga kelancaran perjalanan menuju Jakarta.

Inovasi lain yang cukup efektif adalah ‘One Way Sepenggal’ atau One Way Lokal Presisi. Alih-alih menutup jalur panjang, strategi ini dilakukan bertahap di ruas-ruas tertentu, seperti antara KM 70 dan KM 263. Tujuannya jelas: mengurai kepadatan di titik-titik rawan tanpa mengganggu akses jalan sepenuhnya.

“Penerapan rekayasa lalu lintas yang tepat, terukur, dan situasional terbukti efektif dalam menjaga kelancaran mobilitas masyarakat. Semua dilakukan berbasis data real-time terintegrasi melalui Command Center Korlantas,” ungkapnya.

Agus tak lupa menyampaikan apresiasi tinggi. Bukan cuma untuk personelnya yang bekerja keras di lapangan, tapi juga sinergi antar-stakeholder yang berjalan begitu responsif. Kehadiran petugas, katanya, bukan sekadar mengatur lalu lintas, tetapi juga memberikan pelayanan yang manusiawi.

“Pelayanan kepada masyarakat berjalan optimal dan humanis, didukung sinergitas antar stakeholder serta pemanfaatan teknologi yang semakin modern. Semua ini demi mewujudkan semangat Mudik Aman, Keluarga Bahagia,” tegasnya.

Ada kabar baik dari data. Operasi tahun ini mencatat penurunan angka fatalitas yang cukup signifikan, sekitar 30,41 persen dibanding tahun 2025. Namun begitu, kewaspadaan tetap dijaga. Sebab, arus balik diperkirakan masih tersisa sekitar 42,29 persen.

“Masih ada sisa arus balik sebesar 42,29 persen yang akan terus kita kawal melalui KRYD hingga 29 Maret nanti,” ujar Kaopspus Operasi Ketupat 2026 ini.

Ia menutup dengan pesan yang berisi semangat. “Tugas itu adalah kehormatan, kita tidak boleh lelah dan kita tidak boleh capek melayani masyarakat memastikan mereka kembali ke rumah dengan selamat, dengan aman.”

Jadi, meski operasi besar sudah ditutup, petugas di jalan masih akan terlihat. Mereka memastikan perjalanan terakhir pemudik benar-benar aman sampai tujuan.

Editor: Handoko Prasetyo

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar