Produksi Gula Nasional 2025 Capai 2,67 Juta Ton, Fondasi Menuju Swasembada

- Jumat, 06 Februari 2026 | 17:50 WIB
Produksi Gula Nasional 2025 Capai 2,67 Juta Ton, Fondasi Menuju Swasembada

Angka produksi gula nasional untuk tahun 2025 menunjukkan hasil yang cukup menggembirakan. Tercatat, produksi mencapai 2,67 juta ton. Angka ini setara dengan 97,54 persen dari target yang ditetapkan. Sebuah pencapaian yang patut diapresiasi.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman melihat tren kenaikan ini sebagai fondasi yang kokoh. Fondasi untuk menuju swasembada gula yang selama ini diidamkan. “Swasembada gula adalah keharusan,” tegas Amran dalam keterangannya, Jumat (6/2/2026).

Dia menjelaskan, pemerintah tak main-main. Fokusnya kini pada peningkatan produktivitas tebu, perluasan lahan, penyediaan benih unggul, dan tak ketinggalan, modernisasi industri gula secara menyeluruh.

Pencapaian gula ini tentu berjalan beriringan dengan kinerja di hulu. Produksi tebu nasional sendiri melonjak hingga 39,07 juta ton di tahun yang sama. Rata-rata produktivitasnya pun tak kalah impresif, yakni 69,35 ton per hektare. Bahkan, angka ini berhasil melampaui target yang tercantum dalam Rencana Strategis (Renstra) Perkebunan. Sebuah bukti nyata bahwa intervensi pemerintah di lapangan mulai membuahkan hasil.

Plt Direktur Jenderal Perkebunan, Abdul Roni Angkat, membeberkan kunci keberhasilan ini. Menurutnya, ada beberapa program strategis yang jadi motor penggerak.

“Capaian ini didorong berbagai intervensi pemerintah, mulai dari bongkar ratoon, penggunaan varietas unggul, hingga pendampingan petani,” ujar Roni.

Dia menambahkan, pemerintah terus mendorong penggunaan varietas unggul dan memperkuat sistem perbenihan nasional. Itu semua bagian dari upaya besar mewujudkan swasembada.

Lalu, dari mana saja kontribusi utama ini datang? Jawa Timur masih memegang tampuk sebagai sentra produksi tebu terbesar. Posisi berikutnya diisi oleh Lampung dan Jawa Tengah. Namun begitu, pemerintah tak hanya berpuas diri. Perluasan kawasan tebu terus digencarkan ke beberapa provinsi lain seperti Sumatera Utara, Sulawesi Selatan, sampai ke Gorontalo dan kawasan Nusa Tenggara. Ini adalah bagian dari strategi ekstensifikasi jangka panjang.

Roadmap yang jelas sudah ada. Berdasarkan Kepmenko Nomor 418 Tahun 2023, target produksi gula nasional pada 2027 ditetapkan sebesar 3,27 juta ton. Perjalanan masih panjang, tapi langkah awal tahun 2025 ini memberi sinyal yang cukup positif. Tantangan ke depan tentu masih banyak, namun optimisme itu ada.

Editor: Bayu Santoso

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar