Rata-rata selama periode Lebaran, okupansinya tetap tinggi, yakni sekitar 93%. KAI menyediakan enam perjalanan pulang-pergi setiap harinya, menghubungkan Cipatat dan Sukabumi. Frekuensi yang cukup tinggi ini memberi fleksibilitas bagi masyarakat untuk mengatur waktu perjalanan mereka.
Di sisi lain, kereta ini ternyata tak hanya sekadar alat mudik. Banyak juga yang memanfaatkannya untuk wisata dan silaturahmi akhir pekan. Lintasan yang dilalui menawarkan pemandangan alam yang memikat, sekaligus akses menuju berbagai destinasi menarik di sepanjang rute.
Jadi, perjalanan dengan KA Siliwangi bisa jadi pengalaman sendiri. Masyarakat dengan mudah bisa singgah ke tempat-tempat wisata, kuliner, atau spot budaya yang tersebar di jalur tersebut.
Kuswardojo menegaskan, komitmen untuk meningkatkan pelayanan tetap menjadi prioritas, baik untuk KA jarak jauh maupun lokal seperti Siliwangi.
“Kami memastikan seluruh perjalanan kereta api berjalan dengan mengutamakan keselamatan, keamanan, dan kenyamanan pelanggan, khususnya pada masa Angkutan Lebaran yang memiliki mobilitas tinggi,” tambahnya.
Terlihat jelas, kebutuhan akan transportasi umum yang murah dan andal begitu besar. Dan KA Siliwangi, dengan rekor okupansinya yang fantastis itu, telah menjawab kebutuhan itu.
Artikel Terkait
DLH DKI Bantah Tuduhan Buang Sampah ke Kali, Klaim Itu Titik Penampungan Resmi
Arus Balik di Daop 1 Jakarta Masih Dominasi Kedatangan, Capai 52 Ribu Penumpang
Marcos Santos Catat 8 Kemenangan di 24 Laga Pertama Bersama Arema FC
Polisi Tetapkan 7 Anggota KKB sebagai Tersangka Pembunuhan Dua Nakes di Tambrauw