Namun begitu, hukuman berupa pemotongan tunjangan rupanya belum dianggap cukup. Gus Ipul punya tindak lanjut lain yang lebih langsung.
“Besok jam 10 pagi semuanya saya minta untuk ikut apel, baik secara daring maupun luring,” cetusnya.
Khusus bagi yang berada di Jakarta, kehadiran fisik di kantor pusat di Salemba diwajibkan. Apel pembinaan ini dimaksudkan sebagai pengingat sekaligus momentum perbaikan.
Harapannya jelas. Gus Ipul ingin insiden ini jadi pelajaran berharga bagi seluruh ASN di lingkungannya. Kerja melayani masyarakat, menurutnya, butuh semangat dan tekad yang kuat, terutama usai momen liburan panjang. Ia mengakui sebenarnya ada sistem pengawasan dan alat ukur kedisiplinan yang jelas.
“Sayangnya, tidak semua menjalankan apa yang sudah dipahami sebenarnya dengan baik oleh mereka,” tutupnya dengan nada prihatin.
Artikel Terkait
Operasi Ketupat 2026 Berakhir, Satu Personel Gugur Akibat Kelelahan Ekstrem
Pimpinan IRGC Tantang AS: Coba Lakukan Invasi Darat, Kami Sudah Siap
Korlantas: 42% Pemudik Belum Kembali, Antisipasi Puncak Balik Kedua
Polri Siagakan Personel hingga 29 Maret, 42 Persen Pemudik Belum Kembali ke Jakarta