JAKARTA Seorang pimpinan senior Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) secara terbuka menantang Amerika Serikat. Intinya: coba saja lakukan invasi darat. Kami sudah siap.
Tantangan pedas itu muncul di tengah situasi yang makin memanas. Menurut sejumlah laporan, Presiden Donald Trump memang sedang mengerahkan ribuan personel militer AS ke kawasan Timur Tengah. Banyak yang menduga, itu adalah persiapan serius bahkan bisa jadi pertanda akan adanya serangan darat ke wilayah Iran.
Lewat sebuah unggahan di platform X, sang komandan itu bicara blak-blakan. Kata-katanya terasa seperti sudah disimpan lama, menunggu waktu yang tepat untuk dilontarkan.
“Sudah bertahun-tahun kami menunggu Amerika masuk ke titik-titik yang telah kami tentukan. Lebih dari dua dekade, latihan kami fokus pada strategi perang asimetris untuk momen seperti ini,” ujarnya.
“Sekarang, pesan kami untuk tentara Amerika cuma satu: Mendekatlah.”
Pernyataan itu bukan sekadar gertakan biasa. Di baliknya, tersirat keyakinan kuat Iran pada doktrin perang nonkonvensional atau asimetris. Alih-alih berhadap-hadapan langsung di medan terbuka, Teheran lebih mengandalkan penguasaan medan tempur, operasi yang terdesentralisasi, dan serangan-serangan terukur namun mematikan. Mereka tampaknya lebih memilih strategi itu ketimbang terjebak dalam pertempuran konvensional yang justru bisa menguras sumber daya.
Di sisi lain, langkah AS yang terus memperkuat pasukannya di kawasan memang menimbulkan banyak tanya. Apakah ini sekadar tekanan diplomatik, atau benar-benar babak awal dari konflik yang lebih luas? Hanya waktu yang bisa menjawab. Yang jelas, kedua pihak sama-sama menunjukkan gigi, dan ketegangan di Teluk Persia semakin terasa menusuk.
Artikel Terkait
Staf Bawaslu OKU Selatan Ditemukan Tewas dengan Luka di Leher
Psikolog Sarankan Metode JEDA untuk Tangkal Reaksi Instan di Media Sosial
Operasi Ketupat 2026 Berakhir, Satu Personel Gugur Akibat Kelelahan Ekstrem
Korlantas: 42% Pemudik Belum Kembali, Antisipasi Puncak Balik Kedua