Kondisi darurat ini tentu menimbulkan kekhawatiran. Kapolres Ogan Ilir, AKBP Bagus Suryo Wibowo, langsung angkat bicara.
"Kami mengimbau kepada masyarakat yang melintas agar dilakukan pada siang hari saja, karena kondisi penerangan yang minim pada malam hari sangat berbahaya," tegas Bagus, Rabu (25/3/2026).
Di sisi lain, harapan mulai muncul dari pihak berwenang. Dinas PUPR Kabupaten Ogan Ilir sudah angkat bicara dan berjanji akan segera melakukan perbaikan. Tujuannya jelas: memulihkan akses transportasi warga agar kembali normal secepat mungkin.
Harapan itu pula yang digantungkan warga setempat. Bagi mereka, jembatan ini bukan sekadar tumpangan. Ini adalah jalur utama penopang ekonomi dan mobilitas sehari-hari. Mereka pun menunggu tindakan nyata, sebuah penanganan cepat yang tak sekadar wacana.
Editor: Redaktur TVRINews
Artikel Terkait
Kawasan Kota Tua Jakarta Catat 23 Ribu Pengunjung di Puncak Libur Lebaran
Pemerintah Kaji WFH untuk Hemat BBM, Anggota DPR Ingatkan Syarat Efektivitas
TNI Beri Kenaikan Pangkat Luar Biasa untuk Prajurit Penanganan Bencana dan Penjaga Perbatasan
Kebakaran Laundry di Kelapa Gading Timbulkan Kerugian Rp 300 Juta, Dua Karyawan Luka