Mendapat pertanyaan itu, pria pemilik SPPG pun berusaha menjelaskan kondisi tempat usahanya. Namun, Brigjen Doni rupanya sudah punya sejumlah catatan. Ia lalu memberikan beberapa instruksi perbaikan.
"Ini, Mas, begini, Mas, yang ini, ini dikasih pintu saja. Ini bisa dijadikan tempat untuk gudang. It's OK," katanya.
Namun begitu, nada bicaranya berubah lebih tegas ketika menunjuk area tertentu. "Seharusnya nggak boleh, Mas, seharusnya itu dari ompreng itu ke tempat packing. Ini melewati tempat loading area, ini kan loading area ini, Mas, kotor tempatnya. Jelas, ya."
Ia kemudian menutup dengan saran sederhana, "Ini pintu ya kita fungsikan aja, Mas."
Pertemuan itu pun berakhir. Sidak yang berlangsung singkat itu meninggalkan kesan: operasi dapur gratis ini masih harus banyak berbenah. Setelah sorotan karena tarian dan cuan, kini datang giliran pemeriksaan dari pihak berwenang.
Artikel Terkait
Jalur Darurat Pengganti Jembatan Asam 3 di Kupang Akhirnya Dibuka
Arus Balik Lebaran 2026 Mulai Padat, Volume Kendaraan di Empat Gerbang Tol Naik 17%
Kenaikan Harga BBM Akibat Konflik Global Sepaket Jalanan Manila, Picu Darurat Energi
Persijap Jepara Uji Konsistensi di Markas Persik Kediri