Patroli TNI Temukan Senjata dan Amunisi KKB Usai Kontak Tembak di Nabire

- Rabu, 25 Maret 2026 | 14:45 WIB
Patroli TNI Temukan Senjata dan Amunisi KKB Usai Kontak Tembak di Nabire

Patroli gabungan TNI di Papua Tengah berhasil menemukan senjata dan amunisi dalam sebuah operasi keamanan. Temuan ini didapat usai terjadi kontak tembak dengan kelompok bersenjata di sekitar Kampung Topo, Nabire, Sabtu lalu.

Menurut Letkol Inf Wirya Arthadiguna, juru bicara Koops TNI, awalnya prajurit yang sedang berpatroli melihat aktivitas mencurigakan. Saat mereka mendekat untuk menyisir lokasi, tiba-tiba saja tembakan meletus. Pertukaran senjata itu berlangsung singkat, membuat anggota kelompok bersenjata itu kabur masuk hutan.

“Memang sebelum menemukan rumah yang kemudian diketahui adalah markas KKB sempat terjadi kontak tembak di sekitar Kampung Topo, Kabupaten Nabire, Sabtu (21/3),” jelas Letkol Wirya.

Setelah situasi aman, patroli kemudian memeriksa sebuah rumah di lokasi tersebut. Di dalamnya, mereka menemukan barang bukti yang cukup signifikan.

Tak cuma senjata, ada juga bendera Bintang Kejora dan berbagai perlengkapan lain yang diduga milik KKB. Rumah itu pun diduga kuat merupakan salah satu markas mereka.

“Senjata api yang diamankan berupa satu pucuk senjata api pistol jenis P1 dan senapan angin,” ujar Wirya merinci temuan itu.

Soal amunisinya, ada 22 butir dengan kaliber campuran. Rinciannya, 14 butir kaliber 5,56 mm dan delapan butir lagi kaliber 9 mm.

Di sisi lain, komitmen untuk menjaga keamanan tetap ditegaskan. Koops TNI menyatakan akan terus meningkatkan patroli di wilayah tersebut.

“Koops TNI berkomitmen menjaga stabilitas keamanan di Papua serta melindungi masyarakat dari berbagai ancaman khususnya KKB dengan tindakan yang terukur,” tegas Letkol Wirya.

Upaya ini, lanjutnya, bertujuan menciptakan situasi yang kondusif bagi warga. Mereka berharap gangguan dari kelompok bersenjata bisa terus ditekan.

Editor: Raditya Aulia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar