"Kalau kita persentasekan bahwa serangan yang dilakukan oleh Iran ke Israel itu hanya 15, sementara serangan Iran yang dilakukan terhadap negara-negara tetangganya di kawasan hampir melebih daripada 85," jelas Faisal dengan nada tegas.
Hal ini dinilainya ironis. Bagaimana tidak? Pemerintah Iran kerap menyuarakan seruan solidaritas kepada negara-negara muslim di sekitarnya. Namun di saat yang sama, justru mereka yang menjadi target serangan.
"Tapi Iran sendiri melakukan serangan terhadap negara muslim dan dilakukan pada bulan puasa, bulan suci, bulan penuh keberkahan, dan Iran melakukan itu," tandasnya.
Pernyataan Dubes Faisal ini menyiratkan kritik keras. Ia seolah ingin mengoreksi persepsi global yang menurutnya tidak seimbang. Bagi Arab Saudi, ancaman nyata justru datang dari arah yang selama ini mungkin kurang disorot media internasional.
Artikel Terkait
Anies Silaturahmi Lebaran ke Cikeas, Temui SBY dan AHY
Gubernur DKI Pramono Anung Minta Penertiban di Belakang Grand Indonesia Tak Boleh Setengah Hati
Dua Pejabat Tinjau Terminal Pulo Gebang Dini Hari, Pantau Dinamika Penumpang
Arus Puncak Masih Padat Meski Libur Lebaran Resmi Berakhir