Jakarta Timur – Suasana terminal masih lengang kala dua pejabat tinggi itu tiba. Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya dan Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi memilih waktu yang tak biasa: dini hari, antara pukul satu sampai dua pagi, untuk melihat langsung kondisi Terminal Terpadu Pulo Gebang.
Kunjungan itu terjadi pada Rabu, 25 Maret 2026. Fokusnya jelas: mengamati dinamika pergerakan penumpang di terminal yang disebut-sebut sebagai yang terbesar di Indonesia itu. Menurut sejumlah saksi, kedua pejabat tampak serius mencatat dan berdiskusi dengan petugas setempat.
Memang, Pulo Gebang bukan terminal sembarangan. Aktivitasnya nyaris tak pernah berhenti, meski jam menunjukkan dini hari. Pilihan waktu tinjauan yang sangat pagi ini kemungkinan besar untuk menangkap momen operasional yang sering luput dari pantuan.
Di sisi lain, langkah ini menunjukkan keseriusan pemerintah dalam menangani persoalan transportasi darat, khususnya di ibu kota. Teddy dan Dudy tampaknya ingin mendapatkan gambaran mentah, tanpa polesan, tentang bagaimana terminal raksasa itu berdenyut di waktu-waktu sepi.
Hasil pantauan langsung itu belum diumumkan secara resmi. Namun begitu, kehadiran mereka sendiri sudah cukup menjadi sinyal. Pemerintah tengah mengawasi dengan ketat.
Editor: Redaktur TVRINews
Artikel Terkait
252 Siswa di Jakarta Timur Diduga Keracunan Menu Makan Bergizi Gratis, 26 Masih Dirawat
Pemerintah Pusat Gelontorkan Rp70 Miliar Perbaiki ‘Jalan Seribu Lubang’ di Sumbar yang Telah 10 Tahun Rusak
Polda Metro Mediasi Perkara Ketenagakerjaan, Perusahaan Bayar Kekurangan Upah dan Pesangon Pekerja
77 Jemaah Haji Indonesia Masih Dirawat Intensif di Arab Saudi, 20 Meninggal