Kota Makassar mulai ramai. Geliatnya bukan sekadar rutinitas harian, tapi karena kedatangan para saudagar. Mereka berdatangan dari berbagai penjuru Indonesia, bahkan dari luar negeri, untuk menghadiri Pertemuan Saudagar Bugis Makassar (PSBM) 2026. Agenda tahunan ini memang sudah lama dinanti, sebagai ajang silaturahmi sekaligus batu pijakan untuk membangun jaringan bisnis yang lebih kokoh.
Proses registrasi berjalan lancar. Panitia terlihat sigap memastikan segala kebutuhan peserta tersedia, mulai dari tanda pengenal hingga bundelan materi pertemuan. Yang menarik, suasana di lokasi pendaftaran justru terasa hangat dan penuh keakraban. Seperti reuni keluarga besar, di mana senyum dan salam tak putus-putusnya. Hal itu menggambarkan betapa kuatnya ikatan persaudaraan di antara para pengusaha Bugis Makassar ini, meski mereka datang dari wilayah yang berbeda-beda.
Momentum untuk Bersinergi
Kehadiran mereka tentu punya tujuan yang jelas. Seperti ditegaskan oleh M. Said, Ketua Badan Pengurus Wilayah Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan untuk Papua Barat Daya, yang datang bersama rombongannya. Bagi dia, PSBM adalah momentum strategis yang sayang untuk dilewatkan.
"PSBM menjadi kesempatan penting untuk memperkuat kolaborasi antara pelaku usaha di Papua dan wilayah lainnya di Indonesia," ujarnya.
Menurut Said, pertemuan skala seperti ini membuka peluang lebar-lebar. Bukan cuma untuk memperluas pergaulan bisnis, tapi lebih dari itu: menjalin kerja sama nyata yang lintas wilayah.
Artikel Terkait
FKUB Tana Toraja Serukan Penolakan Tegas terhadap Judi dan Narkoba
Korlantas Cabut Sistem One Way di Ruas Tol Kalikangkung-Brebes
Bupati Karawang Salurkan Santunan Rp50 Juta ke Korban Kecelakaan Maut Majalengka
PSBM XXVI Fokus Angkat Kopi Sulsel ke Pasar Global