Pembantaian Glen Coe 1692: Politik Balas Dendam di Balik Janji Kesetiaan Raja

- Rabu, 25 Maret 2026 | 08:15 WIB
Pembantaian Glen Coe 1692: Politik Balas Dendam di Balik Janji Kesetiaan Raja

Sejarah Skotlandia memang tak pernah lepas dari kisah-kisah politik yang kelam dan berdarah. Salah satu episode paling memilukan terjadi di Glen Coe, sebuah lembah terpencil yang indah namun menyimpan luka mendalam.

Tragedi itu sendiri terjadi di tahun 1692. Saat itu, situasi di Dataran Tinggi Skotlandia sangatlah tegang. Berbagai klan besar saling bersaing, saling sikut. Klan Donald, misalnya, punya sejarah panjang permusuhan dengan klan-klan di sekitarnya.

Klan ini sudah menetap di Glen Coe sejak abad ke-14. Pimpinannya, Alasdair MacDonald atau yang biasa dipanggil MacIain memimpin kelompok yang dikenal keras kepala. Mereka kerap berurusan dengan hukum kerajaan, terlibat konflik dengan tetangga, mulai dari soal penjarahan sampai pencurian ternak. Hidup mereka keras, dan aturan mereka pun keras.

Di sisi lain, situasi politik nasional sedang kacau. Rezim baru Raja William dari Orange di London memandang sejumlah klan Dataran Tinggi sebagai ancaman potensial. Banyak dari mereka masih setia pada Raja Stuart, James VII, yang baru saja digulingkan. Sementara itu, Raja William sendiri lebih fokus berperang melawan Prancis.

Editor: Bayu Santoso


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar