Menurut Pras, setidaknya ada dua hal yang jadi biang keladi. Faktor pertama adalah adanya program mudik gratis yang mungkin mengalihkan sebagian pemudik ke moda atau titik keberangkatan lain.
"Selain itu," lanjutnya, "jarak libur yang terlalu mepet antara Natal-Tahun Baru sama Lebaran juga pengaruhnya besar."
Ia punya analisis menarik. Durasi liburan Nataru yang terbilang panjang rupanya sudah ‘memanjakan’ banyak orang. Dengan jeda cuma tiga bulan menuju Lebaran, keinginan untuk pulang kampung lagi jadi berkurang. Ongkos dan waktu yang diperlukan tentu pertimbangan utama.
"Liburan Nataru kan sudah lumayan lama. Terus, cuma selang tiga bulan langsung ketemu Lebaran 2026. Ya wajar aja kalau banyak yang nggak buru-buru mudik lagi. Nggak mungkin juga dalam waktu sempit gitu, keluarga diajak pulang kampung dua kali berturut-turut," pungkas Pras menjelaskan.
Artikel Terkait
Iran Ancam Serang Pasukan Israel di Gaza Jika Agresi ke Lebanon Berlanjut
Mohamed Sahah Resmi Tinggalkan Liverpool di Akhir Musim
Mohamed Salah Konfirmasi Hengkang dari Liverpool Akhir Musim Ini
Luka Doncic dan LaMelo Ball Dinobatkan sebagai Pemain Terbaik Pekan ke-22 NBA