“Iran terus melakukan serangan,” ungkapnya, “tanpa menghiraukan seruan dialog yang diusung Arab Saudi maupun negara Teluk lainnya.”
Arab Saudi, lanjutnya, merasa didukung oleh sikap komunitas internasional. Resolusi DK PBB Nomor 2817, yang mendesak Iran menghentikan serangan dan meredam eskalasi, disambut baik oleh Riyadh.
“Dunia melihat apa yang terjadi dan mendesak Iran menghentikan tindakannya,” katanya tegas.
Lalu, bagaimana jika ketegangan ini berlanjut? Apakah Arab Saudi akan mengambil langkah lebih tegas? Menanggapi pertanyaan itu, Dubes Faisal menekankan satu hal: keamanan wilayah Saudi adalah harga mati.
“Jika ada ancaman terhadap Kerajaan Arab Saudi,” tegasnya tanpa basa-basi, “tentu Saudi tidak akan tinggal diam.”
Pesan yang disampaikan jelas. Persiapan haji berjalan sesuai rencana, namun kewaspadaan terhadap gangguan keamanan dari luar tetap dijaga setinggi-tingginya.
Artikel Terkait
Puncak Arus Balik Lebaran: 256 Ribu Kendaraan Masuk Jakarta dalam Sehari
Hakim Nonaktif PN Depok Ajukan Praperadilan, KPK Hormati dan Minta Penundaan Sidang
Harga Perak Antam Melonjak Rp2.100, Tembus Rp46.550 per Gram
Gubernur Jateng Soroti Kolaborasi Antar-Lembaga dan Apresiasi Kelancaran Mudik Lebaran