Menurutnya, rekayasa lalu lintas yang diterapkan bersifat situasional. Semuanya tergantung pada kepadatan di lapangan.
“Jika antrean memanjang, pengalihan arus ke jalur alternatif akan kami lakukan. Prinsipnya, arus tetap mengalir dan tidak terjadi stagnasi,” tegasnya.
Sementara para petugas berjibaku, para pemudik pun mengeluh. Banyak yang mengaku perjalanan mereka mulai tersendat begitu masuk wilayah Cirebon. Tak sedikit yang akhirnya memutuskan menepi dulu, mencari tempat istirahat sembari menunggu situasi agak reda.
Data dari Dinas Perhubungan Kota Cirebon cukup mencengangkan. Dalam periode arus balik Lebaran 2026, tepatnya dari Senin (23/3) hingga Selasa (24/3) pukul 14.30 WIB, tercatat 114.431 kendaraan melintas menuju Jakarta via pantura. Angka yang tidak kecil.
Menjelang malam, kondisi di Pertigaan Kalijaga masih padat. Tapi setidaknya, masih terkendali. Petugas di lapangan terus aktif mengimbau pengendara untuk menjaga jarak dan patuh pada arahan. Semua demi satu tujuan: agar arus bisa tetap bergerak, meski pelan.
Editor: Redaksi TVRINews
Artikel Terkait
Dua Selamat, Satu Hilang Terseret Ombak di Pantai Kayakas Lebak
Pelatih Soroti Konsistensi Alwi Farhan Usai Tur Eropa 2026
Tagana Sumbawa Dirikan Dapur Umum Usai Kebakaran Landa 31 Rumah
Aksa Mahmud: Pemimpin Mumpuni Butuh Fondasi Pendidikan yang Kokoh